Senin, Agustus 24, 2009

Skinhead


Skinhead adalah suatu sub-budaya yang lahir di London, Inggris pada akhir tahun 1960-an. Sekarang Skinhead sudah menyebar ke seluruh belahan bumi. Nama Skinhead merujuk kepada para pengikut budaya ini yang rambutnya dipangkas botak. Sebelum bermulanya era Skinhead, ada golongan remaja yang dipanggil Mods yang menjadi pemula kepada skinheads.

Meskipun Skinhead banyak diasosiasikan dengan kelompok orang-orang yang rasis dan Neo-Nazi, namun Skinhead yang sebenarnya tidaklah Neo-Nazi, karena pada awalnya Skinhead adalah kaum tertindas dari kelas pekerja (utamanya buruh pelabuhan) di London, Inggris. Skinhead juga bisa merujuk kepada kepada kelompok orang (biasanya remaja) yang merupakan fans musik Oi!/streetpunk dan juga punk.

Sejarah

Skinhead merupakan subkultur yang bermula di Inggris pada era ‘60-an, ketika Mods sedang mengharubiru kaum muda Inggris. Mods yang pada awalnya didominasi kaum muda yang berasal dari kalangan menengah ke atas kemudian mewabah dan menyentuh setiap kalangan. Tidak terkecuali kalangan pekerja alias working class. Para pemuda dari kalangan tersebut meskipun harus bekerja keras tiap hari, sebagian malah sebagai buruh kasar atau buruh pelabuhan, namun tetap memiliki cita rasa tinggi dalam memilih life style tertentu. Mereka berusaha mengadaptasi life style yang berkembang dengan pola hidup, selera serta kemampuan dompet.

Maka pada sekitar tahun 1965, dalam dunia Mods dikenal pula istilah Smooth Mods (Peacock Mods) yang terdiri dari kalangan menengah stylish dengan pilihan kostum yang mahal serta Hard Mods (lemonheads, gang mods) yang terdiri dari kaum pekerja dan merupakan cikal bakal dari Skinheads.

Hard mods kemudian baru dikenal sebagai kaum Skinheads sekitar tahun 1968. Generasi pelopor Skinheads tersebut biasanya disebut Trads (Traditional Skinheads) atau Trojan Skinheads, sesuai dengan nama label Trojan Records.

Pakaian

Kaum Trads ini mudah dikenali dari setelan seperti shirt button-up Ben Sherman, polo Fred Perry, Bretel/suspender, celana jeans semi ketat, monkey boots, jaket jeans, jaket Harrington, V neck Sweater dls. Serta yang terpenting adalah potongan rambut yang pendek, berbeda dengan gaya rambut mods pada umumnya. Pilihan akan jenis rambut yang pendek ini lebih disebabkan alasan kepraktisan. Terutama karena sebagian besar lapangan pekerjaan yang tersedia tidak membolehkan pekerja berambut gondrong apalagi bergaya acak tidak beraturan. Selain itu, potongan rambut pendek dianggap sebagai keuntungan sewaktu harus menghadapi kehidupan jalanan yang keras ketika itu. Ada pula yang berpendapat bahwa pilihan berambut pendek merupakan counter terhadap life style kaum hippie yang dianggap mewah dan juga sedang berkembang pada masa tersebut. Lebih jauh lagi, suatu kisah menceritakan bahwa pilihan tersebut berasal dari kaum pekerja pelabuhan, seperti di kota Liverpool, yang memotong pendek rambut mereka untuk menghindari kutu yang banyak terdapat di sekitar pelabuhan.

Musik

Karena Skinhead sendiri pada dasarnya adalah suatu subkultur bukannya sebuah genre atau aliran musik, pilihan musiknya pun bisa beragam.

Yang pertama tentunya adalah roots mereka yang berasal dari Mods, para Trads pun pada awalnya sangat terpengaruh musik R&B ala Inggris seperti The Who, The Kinks, dan lain sebagainya. Namun, mereka juga terinspirasi oleh style ala Jamaican Rude Boy yang juga populer di Inggris pada zaman itu. Rude Boy atau Rudy merupakan sebutan untuk para imigran Jamaika yang berkulit hitam pencinta dansa dan musik asal mereka.

Hasilnya, para Trads pun sangat menggemari musik Ska, Reggae, Rocksteady, Soul, dan lain sebagainya. Sehingga terkadang seorang Skinhead pun ikut menikmati alunan dari seorang penyanyi soul seperti Aretha Franklin misalnya.

Dari roots tersebut dapat ditelusuri bahwa pada dasarnya Skinhead sama sekali tidak identik dengan rasis. Sebagaimana pendapat awam pada umumnya. Karena mereka pun menikmati kultur dari masyarakat kulit hitam. Bahkan, banyak juga Skinhead yang berkulit hitam dan berwarna kulit lainnya.

Rasisme

Mereka mendapat cap rasis pertama kali ketika beberapa Skinhead terlibat clash beberapa kali dengan imigran Pakistan dan imigran dari Asia Selatan (mereka menyebutnya Paki-Bashing) di Inggris pada era ’60-an. Tindak kekerasan (yang tidak bisa dibenarkan biar bagaimanapun) tersebut dipicu oleh masalah pekerjaan. Para Skinhead yang merupakan kaum pekerja merasa lahan pekerjaan mereka semakin sempit. Mereka terdesak oleh kedatangan imigran yang bersedia dibayar lebih rendah. Label rasis kemudian semakin melekat, salah satunya setelah beberapa Skinhead tergabung dan dihubungkan dalam organisasi white power, National Front yang terbentuk di awal ’70-an. Militansi dan karakter Skinhead yang keras khas kaum pekerja sempat membuat mereka dijadikan alat maupun berbagai kepentingan politik. Termasuk dihubungkan dengan paham Neo Nazi. Meskipun sejarah maupun kenyataan yang ada bisa menunjukkan fakta yang berbeda.

Sama dengan nasib Mods leluhurnya, pamor Skinhead sempat meredup di era ’70-an, setelah sebelumnya mencapai puncak popularitas mereka pada tahun 1969.

Mereka kemudian bangkit kembali, bersamaan dengan kelahiran musik punk pada sekitar tahun 1977

Di ambil dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Soe Hok Gie


Soe Hok Gie (17 Desember 1942–16 Desember 1969) adalah salah seorang aktivis Indonesia dan mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Indonesia Jurusan Sejarah tahun 1962–1969.

Soe Hok Gie menamatkan pendidikan SMA di Kolese Kanisius. Nama Soe Hok Gie adalah dialek Hokkian dari namanya Su Fu-yi dalam bahasa Mandarin. Leluhur Soe Hok Gie sendiri adalah berasal dari Provinsi Hainan, Republik Rakyat Cina.

Ia adalah seorang anak muda yang berpendirian yang teguh dalam memegang prinsipnya dan rajin mendokumentasikan perjalanan hidupnya dalam buku harian. Buku hariannya kemudian diterbitkan dengan judul Catatan Seorang Demonstran (1983).

Soe Hok Gie adalah anak keempat dari lima bersaudara keluarga Soe Lie Piet alias Salam Sutrawan. Dia adik kandung Arief Budiman atau Soe Hok Djin, dosen Universitas Kristen Satya Wacana yang juga dikenal vokal dan sekarang berdomisili di Australia.

Hok Gie dikenal sebagai penulis produktif di beberapa media massa, misalnya Kompas, Harian Kami, Sinar Harapan, Mahasiswa Indonesia, dan Indonesia Raya. Sekitar 35 karya artikelnya (kira-kira sepertiga dari seluruh karyanya) selama rentang waktu tiga tahun Orde Baru, sudah dibukukan dan diterbitkan dengan judul Zaman Peralihan (Bentang, 1995).

Juga skripsi sarjana mudanya perihal Sarekat Islam Semarang, tahun 1999 diterbitkan Yayasan Bentang dengan judul Di Bawah Lentera Merah. Sebelumnya, skripsi S1-nya yang mengulas soal pemberontakan PKI di Madiun, juga sudah dibukukan dengan judul Orang-orang di Persimpangan Kiri Jalan (Bentang, 1997).

Sebagai bagian dari aktivitas gerakan, Soe Hok Gie juga sempat terlibat sebagai staf redaksi Mahasiswa Indonesia, sebuah koran mingguan yang diterbitkan oleh mahasiswa angkatan 66 di Bandung untuk mengkritik pemerintahan Orde Lama.

Hok Gie meninggal di gunung Semeru tahun 1969 tepat tiga hari sebelum ulang tahunnya yang ke-27 akibat menghirup asap beracun di gunung tersebut. Dia meninggal bersama rekannya, Idhan Dhanvantari Lubis.
John Maxwell menulis biografi Soe Hok Gie dengan judul Soe Hok Gie - A Biography of A Young Indonesian Intellectual (Australian National University, 1997).

Pada tahun 2005, catatan hariannya menjadi dasar bagi film yang disutradarai Riri Riza, Gie, dengan Nicholas Saputra berperan sebagai Hok Gie.

Soe Hok Gie dilahirkan pada tanggal 17 Desember 1942, adik dari sosiolog Arief Budiman. Catatan harian Gie sejak 4 Maret 1957 sampai dengan 8 Desember 1969 dibukukan tahun 1983 oleh LP3ES ke dalam sebuah buku yang berjudul Soe Hok Gie: Catatan Seorang Demonstran setebal 494 halaman. Gie meninggal di Gunung Semeru sehari sebelum ulang tahunnya yang ke-27 — 16 Desember 1969 akibat gas beracun.

Setelah lulus dari SMA Kanisius Gie melanjutkan kuliah ke Universitas Indonesia tahun 1961. Di masa kuliah inilah Gie menjadi aktivis kemahasiswaan. Banyak yang meyakini gerakan Gie berpengaruh besar terhadap tumbangnya Soekarno dan termasuk orang pertama yang mengritik tajam rejim Orde Baru.

Gie sangat kecewa dengan sikap teman-teman seangkatannya yang di era demonstrasi tahun 66 mengritik dan mengutuk para pejabat pemerintah kemudian selepas mereka lulus berpihak ke sana dan lupa dengan visi dan misi perjuangan angkatan 66. Gie memang bersikap oposisif dan sulit untuk diajak kompromi dengan oposisinya.

Selain itu juga Gie ikut mendirikan Mapala UI. Salah satu kegiatan pentingnya adalah naik gunung. Pada saat memimpin pendakian gunung Slamet 3.442m, ia mengutip Walt Whitman dalam catatan hariannya, “Now I see the secret of the making of the best person. It is to grow in the open air and to eat and sleep with the earth”.

Pemikiran dan sepak terjangnya tercatat dalam catatan hariannya. Pikiran-pikirannya tentang kemanusiaan, tentang hidup, cinta dan juga kematian. Tahun 1968 Gie sempat berkunjung ke Amerika dan Australia, dan piringan hitam favoritnya Joan Baez disita di bandara Sydney karena dianggap anti-war dan komunis. Tahun 1969 Gie lulus dan meneruskan menjadi dosen di almamaternya.

Bersama Mapala UI Gie berencana menaklukkan Gunung Semeru yang tingginya 3.676m. Sewaktu Mapala mencari pendanaan, banyak yang bertanya kenapa naik gunung dan Gie berkata kepada teman-temannya:
“Kami jelaskan apa sebenarnya tujuan kami. Kami katakan bahwa kami adalah manusia-manusia yang tidak percaya pada slogan. Patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrisi dan slogan-slogan. Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal objeknya. Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat. Karena itulah kami naik gunung.”

8 Desember sebelum Gie berangkat sempat menuliskan catatannya: “Saya tak tahu apa yang terjadi dengan diri saya. Setelah saya mendengar kematian Kian Fong dari Arief hari Minggu yang lalu. Saya juga punya perasaan untuk selalu ingat pada kematian. Saya ingin mengobrol-ngobrol pamit sebelum ke semeru. Dengan Maria, Rina dan juga ingin membuat acara yang intim dengan Sunarti. Saya kira ini adalah pengaruh atas kematian Kian Fong yang begitu aneh dan begitu cepat.” Selanjutnya catatan selama ke Gunung Semeru lenyap bersamaan dengan meninggalnya Gie di puncak gunung tersebut.

24 Desember 1969 Gie dimakamkan di pemakaman Menteng Pulo, namun dua hari kemudian dipindahkan ke Pekuburan Kober, Tanah Abang. Tahun 1975 Ali Sadikin membongkar Pekuburan Kober sehingga harus dipindahkan lagi, namun keluarganya menolak dan teman-temannya sempat ingat bahwa jika dia meninggal sebaiknya mayatnya dibakar dan abunya disebarkan di gunung. Dengan pertimbangan tersebut akhirnya tulang belulang Gie dikremasi dan abunya disebar di puncak Gunung Pangrango.

Rabu, Juli 22, 2009

Awal berdirinya BRIDEK


Mungkin pada sekitar bulan Agustus merupakan cerita lucu yang ditumpangi sedikit paksaan dan kesombongan dari salah satu teman yang karena waktu itu dia akan merayakan hari ulang tahunnya. Kemudian ada yang menyarankan lebih baik dana acara buat ulang tahunnya di bikin acara Punk Parrty dan untungnya yang punya hajad menyetujuinya dan dana pun keluar walaupun setengah dari perjanjian dan akhirnya PARADE BAND “Bersatu Untuk Semua” pada Minggu 29 Juni 2003 di Gedung KORPRI Slawi ( baca awal berdirinya BENG MAS Production ) yang diselenggarakan oleh BRIDEK Production dan didampingi Beng mas production berhasil diadakan secara meriah


BRIDEK yang mempunyai singkatan “Brigade Revolusi Demokrasi” dan nama itu sendiri muncul dari temen yang bernama Feri yang memang dia lebih suka dengan idealismenya yang menentang pemerintahan dengan aturan-aturannya yang dirasa banyak berpihak kebada kaum atas (kapitalis) dan penindas rakyat kecil. Hendi dan saya sendiri menyetujui pemikiran dari Feri dan akhirnya bergabunglah temen-temen lainnya yang satu pemikiran ( walaupun waktu itu yang lebih lebih aktif melakukan pergerakan nyata yang bergabung dengan forum lain adalah temen-temen yang memiliki pandangan sebagai SKINHEAD ).

Waktu itu BRIDEK gak punya lambang untuk dijadikan bendera untuk melakukan aksi turun kejalan dan akhirnya yang dibawa adalah bendera “Anarkis” dan bendera “Anarko-Sindikalis” dan itulah semangat BRIDEK yang pertama dan tanggal 29 Juli 2003 diputuskan awal berdirinya BRIDEK.
SKINHEAD dan BRIDEK selamanya…….!!!!

Jumat, Juni 05, 2009

STUDI DAN GERAKAN PERDAMAIAN: TIMELINE, GAGASAN, & LEMBAGA

1800-: Terutama di akhir abad, kemunculan gerakan perdamaian yang terorganisasi

1900-: Landasan riset perdamaian yang terorganisasi dan ilmiah. Ekonom Polandia Jean DE BLOCH (w. 1902), La Guerre atau ringkasannya, The Future of War (terbit pertama kali 1898); (Sir) Norman ANGELL (Peraih Nobel Perdamaian 1933), The Great Illusion (1910); dua karya penting di awal abad ini yang menegaskan perang di antara negara-negara besar, karena alat-alat pembunuh dan penghancurnya semakin canggih, sudah menjadi sesuatu yang “impossible” dalam arti tidak ada gunanya, irasional, perbuatan bunuh diri sia-sia, atau seperti disebut judul karya Angel yang pemenang Hadiah Nobel itu. de Bloch adalah peneliti perdamaian, pendidik perdamaian dan pemimpin gerakan perdamaian, berperan penting di balik keputusan Tsar Rusia mengadakan konferensi perdamaian di the Hague 1899 dan pembentukan Musium Internasional Perang dan Perdamaian di Lucerne.

Alfred H. FRIED dari Austria, pemenang Nobel Perdamaian (1911), menyebarkan gagasan de Bloch dan mengikutinya dalam hal merintis studi-studi perdamaian yang ilmiah dan rasional (tidak berdasarkan argumen-argumen agama). John MUELLER, mungkin dapat dianggap seorang dari tradisi “realis”, menulis Retreat from Doomsday. The Obsolescence of Major War (1989), yang antara lain mengemukakan tesis yang dulu diutarakan de Bloch dan Angell.

Figur lain dari awal abad ini adalah Georg SIMMEL, dengan gagasan tentang konflik yang fungsional dan crosscutting cleavages yang sangat penting. Tahun 1956, Lewis COSER mempopulerkan Simmel lewat The Functions of Social Conflict, karya yang belakangan, di tahun 1960-an dan dengan latar Perang Vietnam, menjadi bestseller.

1901: Nobel Perdamaian mulai diberikan kepada perorangan atau lembaga yang dianggap berjasa di bidang perdamaian.

1908, 1920, 1930-: Mohandas Karamchand GANDHI dengan banyak ide dan praktek nirkekerasan (NK) di Afrika Selatan dan kemudian di India; gagasan satyagraha, dan aksi langsung NK sangat berpengaruh. Gerakan protes NK dapat berhasil jika dilaksanakan dengan disiplin. Gandhi menjadi orang pertama dalam sejarah yang berhasil menggalang gerakan NK berskala besar dalam masa yang lama.Satyagraha, atau setia pada kebenaran, merupakan prinsip etika (atau virtue?) yang ditandai dengan: tindakan NK yang bertanggungjawab, menghormati musuh, terbuka pada pendapat orang lain, usaha mencari solusi kreatif yang dapat diterima semua pihak yang terlibat konflik; mengarahkan sasaran pada kekerasan struktural; penekanan pada problem-solving.

1923: War Resisters League didirikan. Ini adalah organisasi antiperang terbesar di AS pada masanya dan masih aktif hingga kini. Jaringan internasional mereka bernama War Resisters International. Awalnya, fokus mereka adalah antiperang, antiwamil, dan antinuklir. Kini fokus mereka adalah gerakan nirkekerasan serta penghapusan kekerasan kultural dan struktural.

1926: Quincy WRIGHT di University of Chicago memulai proyek maha besar riset ilmiah (termasuk kuantitatif) sebab-sebab perang. Hasilnya keluar 1942, A Study of War (dua volume, daftar isinya saja 16 hal.). Anggapan bahwa studi perang yang ilmiah diperlukan untuk memelihara perdamaian cukup populer. K.W. DEUTSCH mengatakan A Study of War sama pentingnya dengan karya Grotius, On the Law of War and Peace lebih tiga ratus tahun sebelumnya. Nama-nama lain dalam tradisi riset ilmiah perang adalah Lewis Fry RICHARDSON dengan dua karyanya Arms and Insecurity dan Statistics of Deadly Quarrels (1960) yang menggunakan model matematika dan inferensi statistik dalam studinya dan (dalam masa yang lebih belakangan) J. David SINGER dengan The Correlates of War Project-nya di Universitas Michigan (tahun 1960-an)

1930-an: Pitirim SOROKIN di Universitas Harvard mengkaji perang sejak zaman Yunani dan Romawi, dan mengawali studi tentang perang sebagai fenomena sosial; gagasan tentang dinamika sosial dan budaya di balik perang dan damai, dalam karyanya Social and Cultural Dynamics (1937).

1942: Penerbitan karya Mary Parker FOLLETT, Dynamic Administration. Follet ialah penganjur pendekatan konstruktif dan kreatif dalam resolusi konflik. Juga berpengaruh dalam manajemen, negosiasi, dan tawar-menawar. Follet sebenarnya wafat 1933, dan dua karya pentingnya terbit tahun 1924 (Creative Experience) dan 1918 (The New State: Group organizations the solution of popular government). Penerbitan kumpulan tulisan dan ceramahnya di atas lama setelah wafatnya mengawali besarnya perhatian terhadap pikiran-pikiran Follet tentang cara-cara integratif (salah satu pengertian NK) penyelesaian konflik. Konfrontasi kepentingan, menurutnya, berujung kepada empat hasil: (1) salah satu pihak menyerah suka rela; (2) pertarungan dan kemenangan satu pihak atas pihak lain; (3) kompromi; (4) integrasi. Follet adalah peneliti dan aktivis yang sangat berpengaruh di bidang keempat. Dalam era “feminis”, Follet terlahir kembali. Penulis lama lainnya tentang cara-cara NK menjapai tujuan adalah Stuart CHASE, penulis Roads to Agreement.

1940-an: di Eropa ada David MITRANY dengan Fungsionalisme sebagai mekanisme penyelesaian konflik regional.

1940-an: Kurt LEWIN, tentang field theory; contact hypothesis; dan the practical theorist yang menjadi sumber inspirasi di kalangan psikologi pengkaji perdamaian. Awal tradisi riset perang dan perdamaian di kalangan psikolog.

1944: VON NEUMAN dan MORGENSTERN menerbitkan Theory of Games and Economic Behaviour, berpengaruh dalam tradisi riset yang menggunakan teori permainan dan pilihan rasional dalam kajian-kajian perang, negosiasi, dan hubungan internasional.

1946: RAND Corporation dibentuk, dalam tradisi studi-studi strategi; banyak penelitian dan karya tentang teori permainan, teori deteren, dan counterinsurgency, dan lain-lain. Thomas C. SCHELLING bekerja pada Rand ketika menerbitkan The Strategy of Conflict yang terkenal dan berpengaruh.

1948: Paris, UNESCO melancarkan Project on Tensions Affecting International Understanding, mengawali “pendekatan UNESCO” terhadap perdamaian dan masalah perlombaan senjata. Pada tahun 1957, terbitlah The Nature of Conflict dari proyek ini, melibatkan Jessie BERNARD, Robert C. ANGELL, T.H. PEAR, dan Raymond AROND. Pendekatan UNESCO berintikan pertukaran budaya, komunikasi, dan program pendidikan sebagai sarana membina toleransi, rasa saling percaya, dan saling pengertian internasional dalam menghadapi perang dan perlombaan senjata ala Perang Dingin. Anggapan dasarnya ada dalam Konstitusi UNESCO: “wars begin in the minds of men” dan bahwa “it is in the minds of men that the defences of peace must be constructed.” Pendekatan ini cukup banyak dianut, terutama di kalangan pendidikan.

1957: Terbitlah Journal of Conflict Resolution dari University of Michigan. Di sini berkumpul tokoh dan peneliti perdamaian Robert C. ANGELL, Daniel KATZ, Inis J. CLAUDE, Kennenth BOULDING, Anatol RAPOPORT, J. David SINGER, dan banyak lagi. Di Michigan juga ada proyek riset terkenal, yaitu the correlates of war project. Belakangan, karena tidak ada uang, JCR hijrah ke Yale di bawah Bruce RUSSETT dan JCR menjadi semakin “ilmiah” dalam arti kuantitatif. JCR adalah jurnal berpengaruh di bidang resolusi konflik.

1950-an: Elmore JACKSON dan gagasannya tentang “Meeting of Minds”. Jacskson juga merintis berbagai inisiatif perdamaian di Timur Tengah;

Karl Wolfgang DEUTSCH mengawali berbagai studi tentang teori integrasi regional, komunikasi dan nasionalisme, dan masyarakat keamanan;

Robert C. NORTH, Dina ZINNES, dan kawan-kawan dari Stanford University memulai Project on International Conflict and Integration;

Awal 1950-an berdiri Institute for Social Research di Oslo, Norwegia, dan menerbitkan The Science of Peace.

1957: Pugwash Conference, rangkaian pertemuan internasional dengan fokus pada demiliterisasi dan denuklirisasi.

1959: Johan GALTUNG mendirikan PRIO di Norwegia yang, berbeda dengan studi-studi perdamaian sebelumnya yang menekankan “perdamaian negatif” dalam arti perdamaian sebagai ketiadaan perang, memperkenalkan “perdamaian positif” dalam arti ketiadaan kekerasan struktural. Galtung memperkenalkan banyak konsep berpengaruh, seperti konflik asimetris dan teori struktural konflik. Tahun 1964 PRIO menerbitkan JPS dan kemudian Bulletin of Peace Proposals (sudah ganti nama menjadi Security Dialogue). Di Lancaster, Inggris, berdiri Richardson Peace Research Center, dan di Kanada Hannah Newcombe membentuk Peace Research Institute di Dundas.

akhir 1950an: Di Inggris berdiri Campaign for Nuclear Disarmament. Organisasi inilah yang memperkenalkan simbol yang nantinya menjadi simbol gerakan perdamaian. Hingga kini, CND masih aktif melakukan pendidikan, kampanye, aksi nirkekerasan (boikot, demonstrasi, dll), dan advokasi kebijakan di bidang perdamaian.

1960: Darthmouth Conference dan berbagai kegiatannya mulai.

1960-an: Perang Vietnam yang terus berlanjut ke dasawarsa sesudahnya melatari berbagai aktivisme dan riset perdamaian.

Di awal dasawarsa ini, muncul SIPRI di Swedia yang menekankan perdamaian negatif, perlombaan dan perlucutan senjata, dan persoalan-persoalan keamanan internasional.

Di Universitas Groningen, Belanda, muncul Polemological Institute dipimpin Bert ROLING.

Harold GUETZKOW dari Northwestern University mengawali riset-riset di bidang simulasi dan kegunaannya dalam hubungan internasional dan studi-studi perdamaian, perang, dan negosiasi.

Leonard DOOB dan Bill FOLTZ, keduanya dari Universitas Yale, mempopulerkan pendekatan Workshops untuk mendamaikan pihak-pihak yang bertikai, dengan menerapkanya di Afrika;

Muzaffar SHERIF, seorang psikolog memperkenalkan arti penting superordinate goals dalam suatu riset panjang tentang dinamika kelompok dalam konflik.

Di London (University College), John BURTON memperkenalkan Problem Solving Workshops, termasuk yang melibatkan Indonesia, Malaysia, dan Indonesia dalam kasus Konfrontasi. Burton kemudian hari berperan besar membentuk pusat-pusat studi perdamaian dan konflik di universitas-universitas Kent, Maryland, George Mason, dll.

1961: Charles OSGOOD dengan ide-ide deeskalasi, seperti strategi GRIT-nya dan pencarian alternatif NK terhadap perang nuklir.

1962: Journal of Arms Control terbit. Pada mulanya diterbitkan Council of Peace Research in History dan belakangan diterbitkan bersama the Consortium on Peace Research, Education and Development (COPRED)

1964: atau 1963, International Peace Research Association (IPRA) terbentuk dalam Quaker International Conference di Clarens, Swiss.
1964: The Japan Peace Research Group berdiri.
1966: Canadian Peace Research and Education Association.
1966: Richard FALK, Saul MENDLOVITZ, dkk mengawali World Order Models Project. Menggalang komunitas internasional, lintas peradaban, lintas disiplin, di bidang pengembangan norma dan lembaga perdamaian, khususnya pada tingkat nasional dan internasional. Falk dkk juga berpengaruh di balik lahirnya jurnal Alternatives dan World Policy Journal, keduanya diterbitkan World Policy Institute.

1960-1970an: Muncullah kelompok yang dikenal sebagai hippies. Mereka adalah pemuda-pemudi Amerika dan Eropa yang menentang perang dan establishment. Fokus mereka adalah turning in to their inner minds (dengan atau tanpa narkoba dan meditasi-meditasi mistik) guna membentuk gaya hidup baru yang tidak mainstream. Di era inilah gerakan antiperang Amerika dan Eropa terjembatani, antara lain melalui bintang-bintang seperti the Beatles, Bob Dylan, Cat Stevens, Joan Baez, dll.

1970-an: Morton DEUTSCH yang psikolog dengan resolution of conflict-nya mengadakan berbagai penelitian eksperimental tentang konflik, perang, dan hubungan antarkelompok.

1972: Jurnal Peace and Change terbit.

1973: Gene SHARP, peneliti dan aktivis perdamaian penulis The Politics of Nonviolent Action (1973) yang terdiri dari tiga volume yang menjadi kitab suci NK. Ia bicara tentang perlunya alternatif terhadap kekerasan dalam menghadapi tirani, agresi, ketidakadilan, dan penindasan; gagasan tentang civilian defense juga terkenal; ia menggunakan sejarah sebagai sumber cara dan teknik aksi NK. Menurutnya, tujuan teknik-teknik NK adalah redistribusi kekuasaan dan desentralisasi kekuasaan.

1973: Asosiasi studi-studi perdamaian Jepang berdiri. Setahun kemudian, 1974, di Jepang berdiri the Asian Peace Research Association (APRA) dan di Mexico berdiri The Latin American Council on Peace Research.
Universitas Bradford, Inggris, membuka program studi perdamaian; sekarang sudah sampai tingkat doktoral.

1970-an: Akhir dasawarsa ini, mulailah Program on Negotiation di Universitas Harvard dan kemudian menerbitkan Negotiation Journal yang berpengaruh. Program training, pendidikan, penelitian, banyak diadakan.

1980-an: Lomba senjata nuklir dan perang dingin melatari meningkatnya secara pesat gerakan perdamaian. Ada yang bilang gerakan awal 1980-an ini lebih besar dan luas dari yang 1960-an. Dokter, artis, mahasiswa, ilmuwan, dan LSM banyak yang terlibat membicarakan bahaya perang nuklir. Keberhasilan mereka pantas dicatat: Selain berhasil membawa isu nuklir yang sebelumnya bersembunyi di dalam kerahasiaan negara ke diskusi publik, dan berhasil pula memperkenalkan dan mempopulerkan aneka tujuan dan metode perlawanan nirkekerasan. Di Indonesia, ada seminar-seminar Polemologi di Universitas Gadjah Mada; sekelompok sarjana dan cendekiawan seperti T. JACOB, Dawam RAHARDJO dll membicarakan perdamaian dunia melibatkan berbagai orang dari disiplin ilmu berbeda.

1984: Peace Review terbit dari Stanford University.

1989: Manifesto Antikekerasan, dinyatakan sekelompok mahasiswa: Taufik Rahzen dkk.

Awal 1990-an, di tengah-tengah wacana masyarakat sipil, gelombang demokratisasi yang menerpa berbagai kawasan dunia, dan democratic zone of peace, dunia dikejutkan oleh kekerasan yang brutal di berbagai tempat: Yugoslavia, Timur Tengah, Asia Selatan, Asia Tenggara, dan lain-lain. Kekerasan dilakukan oleh skinheads, paramiliter, tentara reguler, gangster, atau warga biasa. Kekerasan dan kekejaman mengisi istilah “pelanggaran hak asasi manusia.” Pembedaan-pembedaan lama menjadi kabur, seperti pemerintah-tentara-warga sipil dan perang-tindakan kriminal. Monopoli negara terhadap penggunaan kekerasan juga rusak. Orang kembali ragu, kekerasan dan perang tidak dapat disingkirkan dari hidup manusia.

1996: di bulan Oktober, Jahya MUHAIMIN, T. JACOB, dkk. mendirikan Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian (PSKP) di UGM.

1997: Jurusan Ilmu Hubungan Internasional Fisipol UGM menawarkan mata kuliah Pengantar Studi Perdamaian yang peserta pertamanya 50-an mahasiswa. Kelas diasuh trio Herb Feith (1930-2001), Lance Castles, dan Rizal Panggabean.

1999, bulan Mei, the Hague Appeal for Peace (HAP) yang kedua diadakan (yang pertama 1899). Berbeda dengan yang 1899, yang 1999 ini diadakan oleh masyarakat sipil, tidak pemerintah. Slogan HAP adalah “Time To Abolish War.” Kata seorang teman dari Kanada yang ke sana, media massa dunia dengan sengaja tidak memberitakan peristiwa ini.

2002: Universitas Gadjah Mada membuka program Magister Studi Perdamaian dan Resolusi Konflik.

Jumat, April 17, 2009

Awal berdirinya BENG MAS Production dan peristiwa – peristiwa yang mengikutinya

Beng Mas adalah kepanjang dari Bengke Musik Anak Slawi yang pada awal berdirinya karena munculnya sebuah semangat dimana temen-temen menginginkan sebuah perwujudan nyata tentang gagasan yang disatukan bahwa “kami bukan anak yang cuman tau grudak-gruduk-nya saja nonton acara musik, tapi kami juga bisa menjadi salah satu pengemas (EO) acara musik tersebut”.

Pada awal pendirian Beng Mas sama sekali tidak ada unsur untuk mengambil keuntungan besar dalam setiap even yang dibuat, karena sebagian dari temen-temen dan begitu juga saya sendiri mengarahkan Beng Mas sebagai tempat pembawa kemajuan para pemusik yang susah untuk mengikuti Parade Musik Umum yang dirasa diskriminasi. Contohnya jenis musik underground pada tahun 2002-an di kota Slawi khusunya sangat susah sekali mencari media untuk unjuk kebolehan dalam bentuk Parade Band apalagi di masyarakat kaum underground dan khusunya punk dianggap sebagai badut-badut yang salah tempat.

Tidak tau tanggal berapa nama Beng Mas resmi di bikin tapi sejak tanggal 25 Agustus 2002 lah Beng Mas Berdiri saat pertama kali Beng Mas membikin PARADE BAND “ Pesta Merah Putih ” yang bertempat di lapangan Monumen GBN Procot – Slawi dan acara tersebut buat saya dan temen satu perjuangan adalah peristiwa bersejarah dimana pertama kalinya Beng Mas Crew yang bermodal tekad bisa berhasil membuat Parade Musik yang di dalamnya Komunis Punk n’ Skin bercampur dengan anak komunis lain dalam bentuk Parade Musik… Asik dan luar biasa……!!!!!!

PARADE BAND “Bersatu Untuk Semua” pada Minggu 29 Juni 2003 di Gedung KORPRI Slawi yang diselenggarakan oleh Beng Mas Production dan tambah satu pendamping lagi yaitu BRIDEK Production disinilah awal berdirinya BRIDEK. Di tahun inilah aku melakukan perubahan dalam sudut pandangku tentang Punk dan aku memilih untuk menjadi seorang SKINHEAD bersama dengan Feri, Hendi, Faruk dan di ikuti oleh Adi-Tombol aku mencari pengetahuan tentang apa yang disebut dengan SKINHEAD seperti dalam berpakaian, kesukaan musiknya dan tentu saja idealisme….

Sesudahnya aku tidak tau pergerakan Punk n’ Skin Slawi karena aku sibuk kerja dan mencari cita-cita dan meninggalkan kota Slawi tercinta ke Ambon untuk bekerja di Kapal. Hampir 1 tahun aku tidak tau pergerakan Punk n Skin di Slawi dan setelah aku pulang dari Ambon aku dan para SKINHEAD Slawiku mencoba menghadirkan Musik Band Lesehan “ Untuk Perdamaian “. Pada hari Sabtu, 31 Desember 2005 bertempat dihalaman Dialer Asia Motor (Suzuki) Procot yang bertepatan pada tahun baru dan acara tersebut di selenggarakan oleh Procot Musik Komunitas dan di back-up oleh Beng Mas dan BRIDEK Production berhasil dibikin lagi untuk membangunkan komunitas Punk n’ Skin Slawi yang lama tertidur dengan mimpi-mimpinya yang sebagian temen-temen telah mengalami kekurangan idealismenya memperjuangan pergerakan Punk n’ Skin di Slawi.

Setelah hampir 1 – 2 tahunan Punk’s di Slawi mengalami keterpurukan karena sebagian temen-temen melakukan kesalahan dengan melakukan sesuatu sikap yang dianggap masyarakat adalah perusuh, terjadi pemalakan terhadap anak-anak sekolah di sekitar Slawi dan sebagian teman-teman membuat komunitas Punk’s sendiri yang disebut teman-teman lainnya adalah Punk’s perusuh yang selalu bikin onar dan membawa keburukan di mata masyarakat Slawi.

Bengkel Musik Kolektif “ Kembali Bersama “ Minggu, 18 Februari 2007 Gedung SMA N 3 Slawi. Merupakan persembahan dari Beng Mas Production untuk Punk n’ Skin yang sedang mengalami kemunduran dan kesuraman karena tudingan dari masyarakat yang mengecap Punk adalah perusuh.



Peristiwa seru sekitar acara musik “Kembali Bersama”

Sabtu malam sebelum acara berlangsung terdengar berita kalau sebagian anak Punk’s dari luar kota yang berada disekitar Slawi ditangkapi oleh Polisi karena laporan oleh warga dan ada sebagian dari mereka yang dilepaskan karena membawa KTP dan mempunyai alasan yang jelas kenapa mereka berdandanan Punk. Di Benjaran salah satu teman juga mengabarkan bahwa mereka di intai oleh Polisi dan mereka berhasil lolos dari kejaran dan langsung menuju ke Gedung tempat yang akan diadakannya acara besoknya.

Pagi yang begitu cerah, saat itu aku masih dalam kampus karena ada ujian semesteran yang secara kebetulan dilaksanakan hari Minggu tepat diadakannya acara musik “Kembali Bersama”. Feri nelpon dan menanyakan tentang ongkos diesel dan aku pun menjawab “masalah itu sudah dibicarakan dengan pemiliknya”.

Setelah selesai ujian aku pun ganti baju dan langsung menuju ke Gedung tempat acara sedang berlangsung. Saat itu yang aku dengar katanya sudah ada keributan yang diawali oleh Band Punk Lemot dari Senayan – Jakarta dengan crew pemilik alat dan keributan berhasil di hentikan.

Kira-kira jam 11 siang aku di telpon oleh pengolah Gedung SMA N 3 Slawi katanya banyak anak-anak yang mabok, ada keributan, dan kalau bisa acara disudahi sapa tau nanti ada kerusakan pada gedung dan selesai telpon ternyata memang benar keributan terulang lagi dan berhasil di kendalikan dan kemudian sampai pada jam 15.00 sore keributan pun terjadi lagi antara anak-anak luar kota

Keributan terus berlanjutan di luar gedung walaupun tidak ada dari temen-temen yang terluka karena hanya ribut adu omongan saja dan pada akhirnya kira-kira pada jam 16.30 sore Polisi datang menggunakan mobil bak terbuka dan mengejar anak-anak dengan dandanan Punk yang berlarian karena takut duluan melihat Polisi. Padahal saat itu Polisi cuman ingin mencari keterangan saja dan lagi-lagi warga disekitar gedung lah yang melaporkan berlebihan tentang keributan di saat acara berlangsung dan warga sekitar memandang bahwa acara Punk Parrty diibaratkan segerombolan penjahat yang sedang melakukan pesta kemerdekaan dan akan menjajah daerahnya.

Dan mulai dari acara tersebut Beng Mas melebur menjadi satu idealisme dan berganti nama menjadi Bengkel Musik Kolektif karena dari acara yang dibuat benar-benar hasil kolektifan dari teman-teman Punk n’ Skin yang ingin membangun, mengembangkan dan membangkitkan Punk n’ Skin di Slawi. Tapi bagaimana dengan pergerakan Punk sekarang….?? Apa cuman hanya sebagai team penggembira saja di daerah orang, bukan menjadi tuan rumahnya untuk teman-teman luar daerah…??
Punk di Slawi bisa disebut gagal begitu juga dengan Komunitas Underground lainnya yang sebagaian dari indifidunya hanya pandai bicara dibelakang layer tanpa ada pergerakan nyata…..

Ada satu rencana yang sempat terpikir dari feri, aku, hendi dan faruck dan mungkin itu adalah suatu cita-cita yang mungkin salah satu dari kita ber 4 skin ini mampu menghadirkan acara Party TOTAL SKINHEAD yang didalamnya terdapat pemusik Ska, Reggae, Dance hall dan lainnya yang akan bersatu dalam hendakan Bass dan terbius oleh segarnya beer …. Chearss…..!!!!

Selasa, Maret 24, 2009

gw belum beruntung lagi nhe.......

gajian gw masih tetep sama kaya yang kmaren.....
gw masih blom diakui nhe......
semangat....semangat....!!!!!!
ayo semangat.....!!!!!

Even Jakarta Bersatu #3


gak nyangka akhirnya aku bisa juga ke jakarta buat nonton acara "Jakarta Bersatu". Acaranya meriah buangetz....!!! sampai-sampai aku gak bisa masuk ke gedung, coz lebih suka reonian ma anak-anak Jatinegara yang udah lama gak ketemu.
acara yang disksikan oleh sejuta anak-anak dari scen Punk n' skin yang datang dari berbagai kota.
Sempat juga ada insiden kecil yang dikarenakan ada seseorang yang membawa kamera n hendycame di dalam acara (gedung) coz emang sudah ada larangan dari panitia agar tidak membawa camera dan hendycame ke dalam gedung tempat acara.