Jumat, April 17, 2009

Awal berdirinya BENG MAS Production dan peristiwa – peristiwa yang mengikutinya

Beng Mas adalah kepanjang dari Bengke Musik Anak Slawi yang pada awal berdirinya karena munculnya sebuah semangat dimana temen-temen menginginkan sebuah perwujudan nyata tentang gagasan yang disatukan bahwa “kami bukan anak yang cuman tau grudak-gruduk-nya saja nonton acara musik, tapi kami juga bisa menjadi salah satu pengemas (EO) acara musik tersebut”.

Pada awal pendirian Beng Mas sama sekali tidak ada unsur untuk mengambil keuntungan besar dalam setiap even yang dibuat, karena sebagian dari temen-temen dan begitu juga saya sendiri mengarahkan Beng Mas sebagai tempat pembawa kemajuan para pemusik yang susah untuk mengikuti Parade Musik Umum yang dirasa diskriminasi. Contohnya jenis musik underground pada tahun 2002-an di kota Slawi khusunya sangat susah sekali mencari media untuk unjuk kebolehan dalam bentuk Parade Band apalagi di masyarakat kaum underground dan khusunya punk dianggap sebagai badut-badut yang salah tempat.

Tidak tau tanggal berapa nama Beng Mas resmi di bikin tapi sejak tanggal 25 Agustus 2002 lah Beng Mas Berdiri saat pertama kali Beng Mas membikin PARADE BAND “ Pesta Merah Putih ” yang bertempat di lapangan Monumen GBN Procot – Slawi dan acara tersebut buat saya dan temen satu perjuangan adalah peristiwa bersejarah dimana pertama kalinya Beng Mas Crew yang bermodal tekad bisa berhasil membuat Parade Musik yang di dalamnya Komunis Punk n’ Skin bercampur dengan anak komunis lain dalam bentuk Parade Musik… Asik dan luar biasa……!!!!!!

PARADE BAND “Bersatu Untuk Semua” pada Minggu 29 Juni 2003 di Gedung KORPRI Slawi yang diselenggarakan oleh Beng Mas Production dan tambah satu pendamping lagi yaitu BRIDEK Production disinilah awal berdirinya BRIDEK. Di tahun inilah aku melakukan perubahan dalam sudut pandangku tentang Punk dan aku memilih untuk menjadi seorang SKINHEAD bersama dengan Feri, Hendi, Faruk dan di ikuti oleh Adi-Tombol aku mencari pengetahuan tentang apa yang disebut dengan SKINHEAD seperti dalam berpakaian, kesukaan musiknya dan tentu saja idealisme….

Sesudahnya aku tidak tau pergerakan Punk n’ Skin Slawi karena aku sibuk kerja dan mencari cita-cita dan meninggalkan kota Slawi tercinta ke Ambon untuk bekerja di Kapal. Hampir 1 tahun aku tidak tau pergerakan Punk n Skin di Slawi dan setelah aku pulang dari Ambon aku dan para SKINHEAD Slawiku mencoba menghadirkan Musik Band Lesehan “ Untuk Perdamaian “. Pada hari Sabtu, 31 Desember 2005 bertempat dihalaman Dialer Asia Motor (Suzuki) Procot yang bertepatan pada tahun baru dan acara tersebut di selenggarakan oleh Procot Musik Komunitas dan di back-up oleh Beng Mas dan BRIDEK Production berhasil dibikin lagi untuk membangunkan komunitas Punk n’ Skin Slawi yang lama tertidur dengan mimpi-mimpinya yang sebagian temen-temen telah mengalami kekurangan idealismenya memperjuangan pergerakan Punk n’ Skin di Slawi.

Setelah hampir 1 – 2 tahunan Punk’s di Slawi mengalami keterpurukan karena sebagian temen-temen melakukan kesalahan dengan melakukan sesuatu sikap yang dianggap masyarakat adalah perusuh, terjadi pemalakan terhadap anak-anak sekolah di sekitar Slawi dan sebagian teman-teman membuat komunitas Punk’s sendiri yang disebut teman-teman lainnya adalah Punk’s perusuh yang selalu bikin onar dan membawa keburukan di mata masyarakat Slawi.

Bengkel Musik Kolektif “ Kembali Bersama “ Minggu, 18 Februari 2007 Gedung SMA N 3 Slawi. Merupakan persembahan dari Beng Mas Production untuk Punk n’ Skin yang sedang mengalami kemunduran dan kesuraman karena tudingan dari masyarakat yang mengecap Punk adalah perusuh.



Peristiwa seru sekitar acara musik “Kembali Bersama”

Sabtu malam sebelum acara berlangsung terdengar berita kalau sebagian anak Punk’s dari luar kota yang berada disekitar Slawi ditangkapi oleh Polisi karena laporan oleh warga dan ada sebagian dari mereka yang dilepaskan karena membawa KTP dan mempunyai alasan yang jelas kenapa mereka berdandanan Punk. Di Benjaran salah satu teman juga mengabarkan bahwa mereka di intai oleh Polisi dan mereka berhasil lolos dari kejaran dan langsung menuju ke Gedung tempat yang akan diadakannya acara besoknya.

Pagi yang begitu cerah, saat itu aku masih dalam kampus karena ada ujian semesteran yang secara kebetulan dilaksanakan hari Minggu tepat diadakannya acara musik “Kembali Bersama”. Feri nelpon dan menanyakan tentang ongkos diesel dan aku pun menjawab “masalah itu sudah dibicarakan dengan pemiliknya”.

Setelah selesai ujian aku pun ganti baju dan langsung menuju ke Gedung tempat acara sedang berlangsung. Saat itu yang aku dengar katanya sudah ada keributan yang diawali oleh Band Punk Lemot dari Senayan – Jakarta dengan crew pemilik alat dan keributan berhasil di hentikan.

Kira-kira jam 11 siang aku di telpon oleh pengolah Gedung SMA N 3 Slawi katanya banyak anak-anak yang mabok, ada keributan, dan kalau bisa acara disudahi sapa tau nanti ada kerusakan pada gedung dan selesai telpon ternyata memang benar keributan terulang lagi dan berhasil di kendalikan dan kemudian sampai pada jam 15.00 sore keributan pun terjadi lagi antara anak-anak luar kota

Keributan terus berlanjutan di luar gedung walaupun tidak ada dari temen-temen yang terluka karena hanya ribut adu omongan saja dan pada akhirnya kira-kira pada jam 16.30 sore Polisi datang menggunakan mobil bak terbuka dan mengejar anak-anak dengan dandanan Punk yang berlarian karena takut duluan melihat Polisi. Padahal saat itu Polisi cuman ingin mencari keterangan saja dan lagi-lagi warga disekitar gedung lah yang melaporkan berlebihan tentang keributan di saat acara berlangsung dan warga sekitar memandang bahwa acara Punk Parrty diibaratkan segerombolan penjahat yang sedang melakukan pesta kemerdekaan dan akan menjajah daerahnya.

Dan mulai dari acara tersebut Beng Mas melebur menjadi satu idealisme dan berganti nama menjadi Bengkel Musik Kolektif karena dari acara yang dibuat benar-benar hasil kolektifan dari teman-teman Punk n’ Skin yang ingin membangun, mengembangkan dan membangkitkan Punk n’ Skin di Slawi. Tapi bagaimana dengan pergerakan Punk sekarang….?? Apa cuman hanya sebagai team penggembira saja di daerah orang, bukan menjadi tuan rumahnya untuk teman-teman luar daerah…??
Punk di Slawi bisa disebut gagal begitu juga dengan Komunitas Underground lainnya yang sebagaian dari indifidunya hanya pandai bicara dibelakang layer tanpa ada pergerakan nyata…..

Ada satu rencana yang sempat terpikir dari feri, aku, hendi dan faruck dan mungkin itu adalah suatu cita-cita yang mungkin salah satu dari kita ber 4 skin ini mampu menghadirkan acara Party TOTAL SKINHEAD yang didalamnya terdapat pemusik Ska, Reggae, Dance hall dan lainnya yang akan bersatu dalam hendakan Bass dan terbius oleh segarnya beer …. Chearss…..!!!!